![]() |
TB PARU |
Word Health Organization (WHO) memperkirakan setiap tahunnya terdapat sepertiga penduduk dunia terinfeksi Mycobacterium tuberculosis dan setiap tahunnya terdapat sekitar 9 juta orang positif terjangkit TB paru, dari jumlah tersebut sekitar 2 juta meninggal. Sebanyak 9 juta kasus TB tahunan, sekitar 1 juta (11%) terjadi pada anak-anak (di bawah 15 tahun) (WHO, 2015).
Prevalensi penduduk Indonesia yang didiagnosis TB paru oleh tenaga kesehatan juga cukup tinggi. Berdasarkan laporan dari Ditjen PP & PL Kemenkes RI 2015 menunjukkan bahwa jumlah kasus baru TB paru BTA positif di Indonesia yang sudah dilaporkan saat ini mencapai 176.677 jiwa yang tediri dari 60,3% terjadi pada laki-laki dan 39,7% terjadi pada perempuan. Prevalensi tertinggi terjadi di wilayah Jawa Barat yaitu sebanyak 31.469 kasus dan terendah terjadi di wilayah Kalimantan Barat sebanyak 377 kasus. Sedangkan untuk wilayah Propinsi Lampung ditemukan sebanyak 5.109 kasus (Kemenkes RI, 2015).
DEFINISI
Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang
parenkim paru-paru, disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini
dapat juga menyebar ke bagian tubuh lain seperti meningen, ginjal, tulang dan
nodus limfe (Somantri, 2009: 67).
Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang sebagian
besar disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Kuman tersebut biasanya
masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara yang dihirup ke dalam paru, kemudian
kuman tersebut dapat menyebar dari paru ke bagian tubuh lain melalui sistem
peredaran darah, sistem saluran limfa, melalui saluran pernapasan (bronchus) atau
penyebaran langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya (Notoatmodjo, 2011: 323).
Hood Alsagaff (dalam Wijaya & Putri, 2013: 137) menyatakan
tuberkulosis atau TB adalah penyakit infeksius yang terutama menyerang parenkim
paru. Tuberkolosis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh hasil
mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran
pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam
jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal
sebagai focus primer dari ghon.
ETIOLOGI
Somantri (2009: 67) menjelaskan
bahwa penyakit TB Paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Bakteri atau kuman ini berbentuk batang, dengan ukuran panjang 1-4 mm dan
tebal 0,3-0,6 mm.
Sebagian besar kuman berupa lemak/lipid, sehingga kuman tahan terhadap asam dan
lebih tahan terhadap kimia atau fisik. Sifat lain dari kuman ini adalah aerob
yang menyukai daerah dengan banyak oksigen, dan daerah yang memiliki kandungan
oksigen tinggi yaitu apikal/apeks paru. Daerah ini menjadi predileksi pada
penyakit tuberkulosis.
Sedangkan
Notoatmodjo (2011: 323) mengungkapkan bahwa perjalanan atau patogenesis
penyakit TB paru adalah implantasi kuman terjadi pada respiratory bronchial atau
alveoli yang selanjutnya akan berkembang sebagai berikut:
a.
Fokus primer-kompleks primer-sembuh pada
sebagian besar atau meluar-tuberkulosis primer.
b.
Dari kompleks primer yang sembuh terjadi
reaktivasi kuman yang tadinya dormant pada fokus primer, reinfeksi
endogen tuberkulosis pascaprimer penyebaran kuman dalam tubuh penderita dapat
melalui empat cara, yaitu: lesi yang meluas, aliran limpa (limfogen),
penyebaran milier, melalui aliran darah (hematogen) yang dapat menimbulkan tuberkulosis
ekstra paru antara lain pleura, selaput otak, ginjal dan tulang.
0 komentar:
Posting Komentar
BERKOMENTARLAH DENGAN BIJAK By. Ludiana, M.Kes